Merelakan atau terus dalam ketidakpastian
Bolehkah kita menyukai seseorang? Tak ada agama yang melarang kita tuk menyukai atau menyayangi orang lain.
Hanya saja, mungkin rasa yang kumiliki ini hadir lebih cepat di waktu yang salah, seringkali perasaan itu bergejolak, rasa ingin bertemu, dan berbincang-bincang tentang apapun itu, atau hanya sekedar melihat pemandangan yang menyejukkan bersama,
Berbagi cerita dan keluh kesah, seolah masalah itu pergi dan hanya tersisa tawa.
Tapi, sulit rasanya kalau perasaan ini terus dipupuk dengan perlakuan yang seperti itu, seolah hanya kamulah yang paling kunantikan saat hari mulai malam, hari berakhir dan saatnya bercerita panjang lebar, tanpa pedulikan seberapa lelahnya seharian itu aku belajar atau keluar bersama teman-teman.
Aku tau, bila kuminta dirimu tuk hadir, itu hanya akan menjadi masalah, baik untukmu ataupun aku, dan tanggungjawab yang kau pukul memang begitu membatasi kita, kesibukanmu dan semua yang jadi beban bagimu.
Rasanya aku hanya akan jadi masalah baru, yang seharusnya tak dulu hadir di kehidupan mu.
Terkadang rasa sakit itu ada, kala aku sulit meredam rasa cemburu ku, padahal kutahu hal yg tengah terjadi bukanlah sesuatu yang patut kucemburui.
Terkadang aku hanya ingin bercerita, tentang hal-hal sepele pada orang yang tak terganggu dengan hadirnya aku dengan segala sifat random ku.
Sederhana, namun sulit terlaksana, jika kamu yang bisa mengisi kekosongan itu, dan bisa membuatku percaya sepenuh hati padamu, rasanya aku tak ingin melepasmu.
Sekalipun sakit selalu terasa saat melihatmu mengabaikan ku dan lebih peduli pada yang lain.
Egois yaa,...
Tapi tahukah kamu, apa yang paling membuatku sakit? Rasa ketidakberdayaan ku, melihat dirimu dekat dengan wanita lain yang kulihat jauh lebih baik dibandingkan aku, seketika hatimu merasa pantaskah aku, bisakah aku menjadi seseorang yang bisa membantumu meraih kesuksesan itu, dan bukan orang lain disampingmu.
Haaaa aku tak kuat untuk menuliskan lanjutannya, nanti kulanjut di chapter selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar